HEADLINE NEWS


Kategori

Wisata Kedah Pilihan Liburan Panorama Taman Bunga

Oleh On 11:46 AM

Batasjurnalis - SINTANG

Kebijakan Pemerintah mulai melonggarkan PSBB diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi, hingga aktivitas dunia usaha dan bisnis normal kembali seperti sedia kala. 

Langkah awal menerapkan New Normal bagai angin segar bagi dunia usaha, walaupun belum ada publikasi data secara ilmiah terkait efektivitas PSBB dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun drastis, pengangguran bertambah, daya beli menjadi lemah, pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2020 terhambat karena Pemerintah melakukan penyesuaian.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Sintang membatasi aktivitas ditempat umum, salah satu sektor usaha terimbas adalah Pariwisata dengan menurunnya omset selama pandemi global virus corona.

Selaku pemilik Objek Wisata "Panorama Kedah", Tuah, mengatakan "tempat ini sempat kami tutup kurang lebih 3 bulan lamanya. Namun kami buka kembali beberapa waktu lalu, semua pengujnung wajib mengikuti Protokol Kesehatan sesuai standart Pemerintah".

"untuk alasan Kesehatan dan Kenyamanan kita bersama, kami maka dimohon para pengunjung tetap diminta menggunakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun dan tidak berkerumun, serta sebaiknya melengkapi diri dengan Hand Sanitizer", pungkas Tuah.

Lokasi Objek Wisata "Panorama Kedah" di Sintang, Jl. Penyangak-Tempunak, Kecamatan Tempunak, ditempuh sekitar 50 menit dari pusat kota Sintang, biaya masuk sekitar 20.000/orang.

Tersedia fasilitas lain seperti kantin, sepeda air,  seluncuran tali gantung, suguhan pemandangan Danau Buatan dan Taman Bunga menjadi ciri khas Panorama Kedah.

Secara Global Pariwisata menyumbang devisa yang tidak sedikit bagi Negara, baik dari wisatawan domestik (dalam negeri) dan mancanegara. Industri Pariwisata memiliki Komponen Utama yang berperan sebagai penggerak seperti daya tarik destinasi, perhotelan dan transportasi.

Komponen Pendukung terdiri dari sektor-sektor lain dibidang transportasi, makanan/kuliner dan perbankan sampai manufaktur.

Intinya Pariwisata dengan komponen utama dan komponen pendukung tersebut berperan sebagai "Multiplier effect" yaitu memicu tumbuhnya dunia usana lain dan membuka lapangan pekerjaan.

Pariwisata diharapkan berkontribusi menyampaikan pesan perdamaian dan kerukunan dalam kemajemukan, serta menyampaikan isu-isu strategis tentang sosial-budaya, lingkungan dan pengembangan wilayah. (Ed/MT)



JAROT-KABUPATEN SINTANG SIAP MENJADI TUAN RUMAH FKL 2020

Oleh On 7:02 PM

Batasjurnalis.com-JAKARTA
Festival Kabupaten Lestari sebagai wadah promosi khususnya kabupaten yang tergabung dalam anggota LTKL dan jejaring mitra FKL guna mengangkat isu-isu pembangunan yang strategis sebagai upaya optimal mewujudkan kabupaten lestari. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan bahwa Kabupaten Sintang siap melaksanakan Festival Kabupaten Lestari (FKL) 2020 pada bulan Juli mendatang dengan mengusung tema "Buka Hati Untuk Ekonomi Lestari". Pernyataan tersebut disampaikan Jarot saat menghadiri Rapat Umum Anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) di APKASI, Sahid Sudirman Center Lantai 21, Rabu (26/2/2020) pagi.

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) akan menggelar acara tahunan Festival Kabupaten Lestari. Acara ini terselenggara juga atas kerja sama LTKL dengan Program International Human & Biosphere bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan UNESCO. yaitu mengesahkan secara resmi Kabupaten Kapuas Hulu menjadi Anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari serta juga pengesahan 7 mitra baru yang di tandai dengan penandatanganan MoU. Tampak hadir para acara tersebut Bupati Sintang serta pejabat teras kabupaten sintang seperti Kepala Bappeda, Kadiskominfo, Kepala DPMPTSP dan sekretaris DPMPTSP", Kita ingin FKL ini untuk penguatan internal Kabupaten Sintang dengan melibatkan anak-anak muda kreatif, dalam konsep lestari ini.

Bahwa Kabupaten Sintang ingin menjadi tuan rumah yang baik dengan melibatkan seluruh anggota LTKL dan jejaring mitra LTKL. Perayaan Forum Kabupaten Lestari yang di selenggarakan di Sintang, akan mengusung beberapa topik yaitu sharing session, workshop, hasil komunitas pemuda lestari, penampilan hasil karya anak-anak muda, segala kuliner dan lainnya", kata Jarot.
 
Ada kegiatan buka telinga melalui sharing session praktek kelas ekonomi lestari lintas Kabupaten dan masih banyak lagi beberapa kegiatan lainnya. Untuk itulah Jarot mengajak seluruh Anggota LTKL dan jejaring mitra LTKL untuk datang langsung mengikuti FKL dan menikmati keindahan Kabupaten Sintang. Kita ada bukit kelam, yang punya nyali manjat diketinggian boleh coba, kita ada kapal bidar pelangi jubair yang bisa di gunakan untuk menikmati keindahan wisata air (sungai kapuas dan sungai melawi), kita warung kopi banyak buka sampa larut malam dan masih bayak yang lainnya yang bisa di nikmati", tutup Jarot.

Hal yang sama juga di ungkapkan Kepala Bappeda Kabupaten Sintang Kartiyus yang ikut mendampingi Bupati, bahwa Kabupaten Sintang sudah siap menjadi tuan rumah Festival Kabupaten Lestari (FKL). "tergabung dengan Kabupaten Lestari, sangat banyak manfaatnya bagi kami di kabupaten sintang, kami juga sudah punya banyak jejaring mitra kerja sehingga sangat membantu kami, untuk itulah kami siap menjadi tuan rumah FKL nantinya"kata Kartiyus.

Tujuan Festival Kabupaten Lestari adalah menemukan inovasi tepat sasaran yang bisa menjawab pertanyaan Kabupaten dalam implementasi visi lestarinya. Festival ini diharapkan dapat mendorong komunikasi dan interaksi antar anggota LTKL dan memperluas jejaring dengan mitra pembangunan lainnya untuk mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan. Selain itu, Festival Kabupaten Lestari juga bertujuan untuk penguatan jejaring yang diharapkan dapat mendorong replikasi berbagai inovasi tersebut di seluruh penjuru Indonesia.

Festival Kabupaten Lestari juga sebagai forum pertukaran informasi dan pengetahuan, sebagai sarana kolaborasi untuk mendorong implementasi pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan secara optimal. Sumber : Humas Prokopim Sintang/(Editor-MT)

MEMAKSIMALKAN KEGIATAN  USAHA RAKYAT UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN UMAT

Oleh On 6:04 PM

SINTANG-batasjurnalis.com. Indonesia sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini terkenal kekayaan sumber daya alam yang melimpah, bahkan sering menjadi sebuah kebanggan rakyat negeri ini karna Indonesia sering disebutkan dengan "Negeri Untaian Jambrut Khatulistiwa" bahkan karena suburnya tongkatpun dapat tumbuh. Namun sangat disayangkan semua itu hanyalah terbatas pada retorika yang belum dapat diaktualisasi menjadi sebuah kenyataan. Tidak kurang dari 7 jutaan rakyat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan dan menyandang gelar sebagai pengangguran. Ibarat Pepatah mengatakan "Rakyat bagaikan Ayam Mati Kelaparan di Lumbung Padi", negara kaya namun belum dapat memanfaatkan hasil Sumber daya alam yang dimiliki secara optimal untuk meningkatkan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Keadaan seperti ini tentunya membuat kita terenyuh hati untuk memikirkan sebuah solusi dan sekaligus menimbullan sebuah pertanyaan kenapa semua ini bisa terjadi?..... lalu mengapa negara jiran seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam yang negaranya tidak kaya raya namun rakyatnya lebih duluan sejahtera dari Indonesia lalu apakah UUD 1945 pasal 33 belum terlaksana dengan baik serta maksimal ? Mungkin itu bisa kita jadikan renungan bersama dimana yang masih keliru didalam pengelolaan hasil alam di negeri ini untuk segera kita perbaiki bersama. Bila kita kaji dari aspek kebijakan makroekonomi selama ini memang masih terdapat adanya kekeliruan kebijakan dalam upaya peningkatan ekonomi rakyat kita terlalu terobsesi dengan peningkatan perosentasi pertumbuhan ekonomi ketimbang pemerataan pendapatan riil rakyat negeri ini atau lebih dikenal dengan konsep ekonomi kerakyatan. Selama ini campur tangan pemerintah pada sektor-sektor kegiatan usaha rakyat masih tergolong sangat minim. Rakyat masih kurang mendapatkan perhatian dari aspek permodalan usaha, pelatihan2 maupun dari aspek pemasaran hasil dari kegiatan usaha mereka. Terkesan rakyat lebih banyak mandiri dalam menghadapi berbagai kancah persaingan usaha sehingga dengan hanya bermodalkan kualitas SDM yang dimiliki membuat kegiatan usaha rakyat tidak mampu untuk bersaing menghadapi produk-produk import yang selama ini membanjiri pasaran dalam negeri. Hal ini tentunya berdampak kepada penurunan pendapatan rakyat secara signifikan dan pada akhirnya rakyat semakin susah untuk keluar dari keterpurukan ekonomi serta sulit untuk keluar dari kemiskinan dan tentunya juga tetap berdampak pada bertambahnya angka pengangguran. Solusi kedepan ini untuk memperbaiki ekonomi rakyat jika pemerintah ingin cepat meningkatkan pendapatan rakyat, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di negeri ini maka konsep yang paling jitu yakni utamakan dan maksimal kegiatan usaha rakyat didalam pengelolaan Hasil SDA yang dimiliki dengan cara bantuan modal usaha, mengadakan berbagai pelatihan usaha dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dipahami rakyat serta yang tidak kalah pentingnya pemerintah mesti ikut campur tangan didalam pemasaran hasil produksi kegiatan usaha rakyat. Jika pola kebijakan ekonomi kerakyatan ini yang diprioritaskan oleh pemerintah negeri ini Insa-Allah rakyat akan cepat sejahtra dan tidak lagi khawatir dengan goncangan ekonomi global setiap tahun karena akar ekonomi itu sendiri sudah subur serta kokoh, tutur Darmansah. Filosufi membuat ekonomi negara kuat bukannya dengan memupuk batang dan daunnya akan tetapi memupuk akarnya karena sumber pertumbuhan batang dan daun bermula dari kekuatan akarnya (Ekonomi Rakyat) dan bukan pada Konglomerat semata. Darmansah, SE, M.M. Dosen Administrasi Bisnis Fisip Universitas Kapuas Sintang.

Contact Form

Name

Email *

Message *