Batasjurnalis.id - Sintang : Melorotnya harga buah sawit (TBS) di beberpa Pabrik Kelapa Sawit di Kabupaten Sintang, Propinsi Kalimantan Barat sejak beberapa buln terakhir membuat petani swasaya kebingungan.
Belum selesai dilema masyarakat sebagai dampak akibat turunnya harga buah sawit, namun ironisnya ada beberapa pabrik bahkan tidak membeli buah sawit milik petani swadaya.
Berdasarkan laporan dan informasi yang kami himpun dari masyarakat, salah satu pabrik yang tidak menerima membelli buah sawit swadaya yaitu PT. Cahaya Unggul Perkasa (CUP) Cakkra Group, wliayah konsesi Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang.
Selamat siang bapak2, sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dalam hal ini. Dpt kami sampaikan bahwa mulai hari jumat tanggal 13 Mei 2022 PKS/Pabrik PT. CUP untk sementara tidak menerima TBS Petani sawit mandiri dalam jangka waktu yang belum bisa ditentukan. DDemikian yang dpt kami sampaikan dan terima kasih. Hormat kami FFB Purchase Cakra Groups", demikian informasi melalui pesan WhatsApp dari Manajement PT.CUP.
Beberapa Kepala Desa di Wilayah dan sekitar areal Perusahaan PT. CUP dan Cakra Groups bahkan akan mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sintang, untuk mempertanyakan dan audiensi dengan para Anggota Dewan yang terhormat.
Saat ditemui diruang kerjanya, Anggota DPRD Dapil Tempunak - Sepauk, Nekodimus, SH.,
yang sekaligus merupakan anggota komisi D yang bidangi perkebunan, pada hari Jumat tanggal
13 Mei 2022 menjelaskan, pihak perusahaan seharusnya tetap membeli buah sawit milik petani swadaya.
Seharusnya pihak perusahaan tetap membeli TBS milik petani
mandiri sebagai mitra tidak ada yang keliru, tidak ada pelanggaran hukum jika perusahaan membeli buah sawit swadaya milik masyarakat", ujar Nekodimus.
"Pabrik buah sawit tentu membutuhkan TBS
untuk diolah termasuk dari para petani, di kabupaten Sintang berdasarkan pengamatan kami saat ini jusrtu pabrik kekurangan pasokan (suplayer) TBS, apa artinya, bahwa
pabrik-pabrik milik perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Sintang masih memerlukan TBS alias kekurangan TBS untuk dioleh", papar Nekodemus..
Selaku wakil rakyat, tegas saya katakan bahwa pihak pabrik wajib untuk membeli TBS milik petani swadaya atau mandiri, perusahaan jangan mengutamakan TBS dari kebun mereka sendiri selama kapasitas pabrik masih tercukupi. (Ed/Tim).
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
