Sekitar
2 bulan lalu, Juli tepatnya beberapa wilayah di Kabupaten mengalami hal
yang sama, sehingga kewaspadaan masyarakat sudah baik. Namun untuk
bulan september ini kita akan segera melakukan pendataan terhadap KK
terdampak banjir. BPBD Sintang akan segera berkoordinasi dengan Camat
dan Kelapa Dersa, sebagai dasar Pemerintah untuk mengalokasikan bantuan
sembakonya, papar Bernard Saragih.
Kepala BPBD menerangkan, bahwa beberapa Kecamatan, seperti Kayan Hilir, Serawai, Dedai, Sintang, Sepauk, pemberitahuan sudah melalui WA, sebagai tahap awal kami dari BPBD sudah ada mendistribusikan secara cepat ke wilayah terdampak banjir.
Kemarin (Senin 15/09/2020) ke Desa Sungai Ana di
Kecamatan Sintang hari ini ke arah Kecamatan Sepauk, dan semua akan kita
kordinasikan dengan pihak Kecamatan yang rawan terdampak Banjir.
Namun disisi lain Bernard Saragih, mengatakan bahwa BPBD mengalami kendala yaitu keterbatasan dana untuk operasional bantuan seperti pengadaan sembako, pendistribusian sembakonya, sementara Data KK terdampak banjir masih terus bertambah untuk selalu di update.
Hari
ini selasa (16/09/2020) sudah kita terima bantuan beras dari Provinsi
Kalimantan Barat sebanyak 15 ton, pendistribusian akan segera kita
lakukan sesuai petunjuk pihak Pemprov Kalbar, yaitu didistribusikan
kepada masyarakat terdampak banjir oleh pihak TNI/Polri.
Bantuan
disalurkan untuk di 8 (delapan) Kecamatan, yaitu Kayan Hulu, Kayan
Hilir, ketungau hilir, Dedai, Sintang, Serawai, tempunak, sepauk, jelas
Bernard Saragih.
Pihak BPBD belum mendirikan tenda pengunsian dan/atau dapur umum, untuk sementara korban terdampak banjir mengungsi dirumah rumah keluarga ataupun tetangga, dan belum ada pihak kecamatan yang menghubungi untuk dilakukan pendirian tenda pengungsi, ujar Bernard Saragih.
Namun demikian, kami telah menugaskan Tim BPBD ke daerah Jetak untuk melihat kondisi pengungsi lokal di Desa tersebut, jika memang harus didirikan tenda pengungsian maka akan kami dirikan", pungkas Bernard Saragih. (Ed/Rbs).
« Prev Post
Next Post »


