HEADLINE NEWS


Kategori

Ediyanto : Gawai Dayak Sebagai Ungkapan Syukur

Sintang-batasjusnalis : Gawai Dayak merupakan salah satu momen dalam rangka melestarikan Tradisi dan Adat-istiadat warisan nenek moyang terdahulu dan sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME) khususnya bagi Suku Dayak di Pulau Kalimantan.

Acara syukuran atas limpahan rejeki dari Tuhan selama 1 (satu) tahun penuh kalender penanggalan Suku Dayak diungkapkan  dalam bentuk Gawai Dayak atau biasa disebut "Nyelapat Tahun".

Gawai Dayak melibatkan semua masyarakat sesuai kampian masing-masing dengan menyesiakan makan dan minum (jamuan) seadanya kepada para tamu dan tetangga.

Ketika perayaan hari Gawai Dayak, masyarakat saling mengunjungi antar sesama, bahkan tidak jarang menyempatkan diri mengunjungi kaum kerabat yang berbeda kampung / daerah (Desa) lain.

Seiring perkembangan jaman, acara gawai dayak tidak hanya sebatas momen untuk saling mengunjungi, tapi sudah bergeser menjadi acara besar dengan menampilkan perlombaan berbagai macam hasil karya seni, budaya Tradisional Dayak melalui Festival dan Karnaval.

Pekan Gawai Dayak biasanya diisi dengan sejumlah perlombaan tradisonal seperti tari tradisonal, tarian kreasi, permainan rakyat, permainan menyumpit, menumbuk padi serta sejumlah permainan lainnya. Pekan Gawai Adat Dayak melibatkan seluruh  Dearah.

Salah satu tokoh masyarakat Daerah Kelam Permai,engharapkan bahwa melalui Pekan Gawai Dayak, masyarakat Dayak khususnya harus mampu berperan meningkatkan toleransi dalam keberagaman.


"Gawai Adat Dayak ini kita harapkan menjadi moment meningkatkan tolerasi dalam keberagaman antar sesama tanpa memandang perbedaan suku, adat, ras, agama dan status sosial", kata Ediyanto, SH., kepada media.

"Sintang merupakan salah satu daerah yang majemuk, beragam Suku, adat, budaya dan etnis semua ada, kita hadir di tengah-tengah sebagai pemersatu semua komponen anak bangsa, semuanya bersaudara", ujar Ediyanto.

Beberapa tahun terakhir ini, pekan gawai dayak tidak dapat diselenggarakan akibat penyebaran dan penularan wabah pendemi Corona.

Namun mulai 2021 Pemerintah sudah melonggarkan aturan terkait COVID-19, dan semenjak tahun 2022 Pemerintah membuat kebijakan dan menormalkan semua aktivitas dengan syarat masyarakat tetap memakai masker dan mencuci tangan.

"kepada masyarakat yang sibuk Gawai, tolong diingat, virus corona masih ada disekitar kita, tolong terapkan protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan jaga kesehatan", ujar legislator Hanura ini.

"Jangan sampai acara gawai ini membuat kita abaikan protokol kesehatan, jaga diri sendiri dan jaga orang lain", pungkas Ediyanto. (Ed/Tim).

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *