HEADLINE NEWS


Kategori

Akun : Pemda Harus Menjamin Ketersediaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Batasjurnalis.id - Sintang
: Maraknya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak menjadi persoalan Nasional. Berbagai upaya stategis ditempuh Pemerintah, guna mengantisipasi Virus PMK pada ternak.

Kabupaten Sintang bahkan telah membantuk satuan Tim Gugus Tugas dan segera melaksanakan sosialisasi serta rapat-rapat. Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022 mendatang.

Kebutuhan hewan kurban bagi umat muslim di Kabupaten  Sintang jelang Idul Adha tahun 2022 di prediksi akan mengalami kenaikan, sehingga dikhawatirkan stock hewan korban di Sintang tidak mencukupi.

Untuk menutupi kekurangan hewan kurban tersebut maka Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang harus mendatangkan dari luar Sintang.

Kebijakan ini merupakan upaya antisipasi Pemda Sintang bersama Para Ulama dan Dewan Masjid so Kabupaten Sintang agar supplai hewan kurban tercukupi.

Pertimbangan angka penularan kasus pandemi COVID-19 yang sudah menurun, tentu akan memicu kenaikan pada sektor permintaan hewan kurban di Sintang.

Namun dibalik itu semua, Pemerintah Kabupaten Sintang diharapkan melalui instansi terkait melakukan antisipasi masuknya Virus PMK dari luar ke Sintang.

Anggota DPRD Sintang, Lim Hie Soen, kepada media ini, menyampaikan pandanganmya, hari Rabu tanggal 15 Juni 2022, terkait kasus PMK yang menjadi sorotan masyarakat luas di Indonesia.

Legislator Partai Hanura, Lim Hie Soen, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang serta instansi terkait harus melakukan upaya-upaya pencegajan secara maksimal.

"Bentuk Tim dan bekerjasama secara tepat dan cepat, sebagai langkah antisipasi masuknya Virus PMK dari luar, apapun upaya Pemerintah kita dukung sepenuhnya", ujar Akun.

"Pemerintah harus menjaga jangan sampai terjadi kekurangan hewan kurban ketika Idul Adha tahun 2022 ini, namun niat baik ini juga disertai dengan strategi pengawasan yang ketat terkait kesehatan hewan kurban, jangan sampai membahayakan masyarakat kita", tambah Akun.

Persoalan yang sedang terjadi saat ini, bahwa beberapa daerah di luar Sintang sudah banyak ditemukan kasus ternak yang terjangkit virus PMK, ini harus menjadi perhatian serius semua stack holder terkait khususnya di Kabupaten Sintang", ujar Akun.

"Kita membantu masyarakat, tapi tugas kita juga harus menjaga mereka", pungkas Akun.

Pemerintah diharapkan lebih gencar melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, baik pemilik ternak maupun pedagang atau penjual daging ternak, sehingga masyarakat dapat mengetahui ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit virus PMK. (Ed/Tim).

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *