HEADLINE NEWS


Kategori

Akun, Apresiasi Jalur Damai Pihak Kesultanan dan PT. PIN

Lim Hie Soen 
Batasjurnalis.id - Sintang
: Berdasarkan pemberitaan beberapa Media diwaktu lalu, bahwa sempat terjadi penutupan (blockade) jalan akses masuk Pasar Tradisional Modern Kapuas Raya, dilakukan oleh para ahli waris Yayasan Kesultanan Sintang yaitu Istana Al Mukarramah pada (18/05/2022).

Hal ini berawal ketika pihak Yayasan Kesultanan Sintang merasa bahwa pihak pengembang dalam hal ini PT. Pelita Intra Nasional (PIN) dianggap melecehkan Lambang Kesultanan Sintang, karena spanduk milik Kesultanan Sintang yang terpasang di areal lokasi pekerjaan roboh, buntutnya pihak ahli waris Kesultanan Sintang memblokade jalan.

Kemudian pada tanggal (19/05/2022), blockade dibuka oleh pihak pengembang, sebagai sikap cepat tanggap pihak keamanan langsung mengambil langkah mediasi bertempat di Aula Polres Sintang tanggal (20/05/2022), untuk menghindari dan atau mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan.

Berdasarkan hasil mediasi di yang cukup panjang, antara PT. Pelita Intra Nasional (pengembang) dengan pihak Yayasan Kesultanan Sintang (Istana Al Mukarramah), maka pada tanggal (21/05/2022) diadakan peninjauan bersama ke lapangan sebagai langkah-langkah untuk mencocokan data dan informasi dari masing-masing pihak dengan fakta (bukti-bukti) yang ada di lapangan, sehingga tidak terjadi mis komunikasi.

Setelah dilakukan peninjauan lapangan, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, dengan disaksikan oleh pihak keamanan (TNI/POLRI), perwakilan Pemerintah Kabupaten Sintang dan para Tokoh masyarakat setempat.

Pihak pengembang (PT. PIN) selanjutnya dapat melakukan aktivitas seperti biasa karena Pembangunan Pasar Tradisional Modern Kapuas Raya dibangun diatas tanah bersertifikat secara sah dikeluarkan oleh Kantor ATR BPN Kabupaten Sintang.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Lim Hie Soen alias Akun, mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh kedua belah pihak selalu mengedepankan musyawarah mufakat untuk menyelesaikan persoalan sehingga tidak terjadi salah paham.

"Penting sekali setiap menghadapi persoalan kita mengedepankan musyawarah, ini menjadi contoh baik bagi kita semua agar selalu menyelesaikan setiap persoalan dengan cara damai", ujar akun kepada Media melalui pesan singkatnya.

"Sintang ini rumah kita bersama, harus kita jaga dan kita rawat bersama-sama pula", pungkas bng Akun.

Kegiatan peninjauan lapangan dihadiri oleh pihak Keamanan (TNI/POLRI), Pihak PT. PIN, perwakilan Yayasan Kesultanan Sintang, ATR BPN Sintang, serta beberapa pejabat perwakilan Pemda Sintang. (Ed/Tim).

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *