HEADLINE NEWS


Kategori

Jelang Peresmian, Menhub Cek Kondisi Tebelian Airport

Tebelian Airport - Sintang

Batasjurnalis.id : Sintang - Bandara Tebelian di Sintang dibangun sejak tahun 2011 dan terus dilakukan pengembangannya hingga tahun 2020.
 
Bandara ini dibangun untuk menggantikan bandara eksisting yaitu Bandara Susilo, dibiayai dari APBN dengan total biaya sekitar Rp. 580 Milyar, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi udara di Kabupaten Sintang dan sekitarnya.
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Tebelian yang terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (7/12/2021).
 
“Hari ini Saya ke Bandara Tebelian untuk mengecek kondisi fasilitas sisi darat dan sisi udara bandara, yang direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (8/12/2021),” kata Menhub.

 Sebagai informasi, pengembangan Bandara Tebelian dilakukan diatas lahan sekitar  153,6 hektar, yang telah dihibahkan oleh Pemkab Sintang kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. 
 
Bandara Tebelian saat ini memiliki terminal penumpang seluas 2.000 m² yang mampu melayani 75 ribu penumpang per tahun, panjang runway 1.820 m x 30 m yang mampu didarati pesawat sejenis ATR-72/600, taxiway  160 m x 18 m dan Apron 220 m x 60 m, yang mampu menampung 4 pesawat ATR-72.



Pertama Kali Tinjau Bandara Pangsuma Di Perbatasan Indonesia - Malaysia

Dihari yang sama, Menhub meninjau bandara lain di perbatasan Provinsi Kalbar, yaitu Bandara Pangsuma, terletak di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar.
 
Dibangun sejak tahun 2014 hingga tahun 2019, Bandara Pangsuma menghabiskan total biaya sekitar Rp. 48 Milyar, runway sepanjang 1800 m x30 m hanya dapat didarati pesawat sejenis ATR-72 dan terminal penumpang seluas 1.020 m2.

Pada tahun 2021, kembali dilakukan sejumlah pengembangan yaitu: pelapisan runway, taxiway, apron, dan standarisasi runway strip.
 
“Saya senang sekali karena ini pertama kalinya Saya hadir disini, untuk meninjau bandara yang berada di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia”, terang Menhub.

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara berencana melakukan pengembangan Bandara Pangsuma, dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan penerbangan, serta untuk mendongkrak perekonomian di wilayah Putussibau dan sekitarnya.
 
Dua bandara lainnya yaitu: Bandara Rahadi Oesman di Kota Ketapang, dan Bandara Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi. Sementara, satu bandara lainnya di Provinsi Kalbar yaitu Bandara Supadio di Pontianak (dikelola PT Angkasa Pura II).

Turut hadir bersama Menhub, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat. (LKW/RDL/LA/HS). (Ed/Tim)

Sumber : BIRO KOMUNIKASI DAN INFORMASI PUBLIK
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *