Hadir dalam Rapat Kerja tersebut, Florensius Ronny Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Wakil Ketua, Heri Jambri dan para anggota DPRD Kabupaten Sintang diantaranya, Welbertus, Zulherman, Zulkarnaen, Anastasia, Toni, Nekodemus dan beberapa anggota komisi D lainnya.
Rapat kerja ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang tidak menemui titik terang karena pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang (TIM TP3K) serta beberapa unsur terkait lainnya tidak hadir.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa hari ini (23/05/2022), Komisi D DPRD Kabupaten Sintang sedang menindaklanjuti pengaduan anggota petani plasma dan pengurus koperasi terkait dugaan ditemukannya selisih data luas lahan kebun plasma antara Data Plasma di Bank dengan Data Plasma yang ada di Perusahaan (PT. BHA2).
Adanya perbedaan data plasma di pihak bank mandiri dengan data plasma di pihak perusahaan, tentu merupakan sesuatu yang rancu sehingga menimbulkan pertanyaan bagi pengurus dan anggota petani plasma.
Berdasarkan data atau bukti-bukti yang ada dari berbagai sumber, bahwa terdapat selisih luasan lokasi kebun plasma tidak kurang dari 437 (empat ratus tiga puluh tujuh) Ha, merugikan pihak anggota petani dan koperasi plasma selama kurun waktu sekitar 10 tahun.
Sementara itu dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, turut hadir Tim Pembina Pembangunan Perkebunan Kabupaten Sintang (TP3K Sintang), ATR Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN Sintang), Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Kabupaten Sintang, Camat Ketungau Tengah dan Ketungau Hilir, Kapolsek Ketungau Tengah dan Ketungau Hilir.
Hadir beberapa Kepala Desa Tirta Karya, Maung, Mungguk Lawang, Pampang Dua, Sungai Mali, Mungguk Kelapa, Pengurus KUD Bina Tani Sejahtera (KUD BTS) dan Pengurus KUD Bina Tani Mandiri (KUD BTM) serta Pihak Bank Mandiri Cabang Sintang.
Berdasarkan hasil mediasi melalui rapat kerja, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sintang merekomemdasikan beberapa point, diantaranya 1. Meminta kepada pihak perusahaan sawit (PT. BHA2) mengembalikan hak-hak anggota petani Plasma, 2. Meminta pihak Perusahaan sawit PT. BHA2 melakukan perawatan terhadap kebun plasma. (Ed/Tim).
« Prev Post
Next Post »

